Terbuka bagi Anda para wanita yang ingin mengetahui kegiatan pembinaan Wanita Bijak untuk Semarang dan sekitarnya bisa gabung di Group Wanita Bijak Semarang di facebook. Klik disini
Senin, 24 Agustus 2009
Sabtu, 25 Juli 2009
Info Camp WB Ibu ( Married ) Agustus 2009
Bagi Anda para wanita yang ingin mengikuti Pembinaan Wanita Bijak untuk Ibu/ Married bisa mendaftarkan diri pada :
Ibu Anita ( hp. 08783-24000-36 ).
--------------
Jadwal :
Pra camp - 20 Agustus 2009 di Semarang
Camp dan Pembinaan - 21 - 23 Agustus 2009 di Hotel Grand Wahid Salatiga
Wisuda 29 Agustus 2009 di Semarang
Biaya camp Rp. 400.000,- / orang
"Melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi penolong"
Kesaksian 1 WB Single II - Juli 2009
Hesti Utami, Peserta WB Single
Aku ikut WB (wanita bijak) single ini jujur karena dipaksa dan aku sendiri juga merasa terpaksa.aku dilahirkan dari 5 bersaudara dan aku adalah anak bungsu,ke 4 kakak semua laki. Karena anak paling kecil dan perempuan.mama selalu khawatir dan semua tingkah ku selalu diawasi,hal ini berlangsung cukup lama,lalu aku punya angapan bahwa mama jahat terhadap aku,sampai2 timbul kepahitan dalam hatiku.
Setelah aku mendengar sesi ‘ AKU DINAMAI PEREMPUAN “ aku sadar bahwa mama ternyata seorang mama yang sayang,walaupun kadang-kadang itu sangat menyiksa aku. Sepulang dari pembinaan aku akan melakukan pengampunan terhadap mama. Aku juga mau belajar untuk peka dan mengerti kebutuhan keluarga karena selama ini aku ‘melarikan diri’ dengan kesibukan pekerjaan dan rutinitas kuliah sepulang kerja. Pembinaan ini membuat aku sadar bahwa selama ini aku punya pemikiran dan paradigma yang salah dan aku mau belajar untuk memperbaiki kesalahanku selama ini.
WB Single II - Semarang
Pembinaan Wanita Bijak untuk Single ke -2 Semarang, akhirnya terselenggara. Diawali dengan pra camp tgl. 17 Juli 2009 , camp 18 - 20 Juli 2009 di Bandungan serta diakhiri oleh Wisuda 24 Juli 2009. Diikuti oleh total 118 orang dari kota Semarang, Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Kudus, Pati dan Jepara. Di pembinaan kali ini, banyak wanita single yang dibukakan akan keunikan dan fungsi mereka, karena selama ini banyak di antara mereka yang mempunyai keberhagaan dan pengertian yang salah akan masa single.
Kamis, 25 Juni 2009
Pelatihan Modul 2 Pekalongan
Tim WB Semarang Selasa 23 Juni yang lalu berangkat ke Pekalongan untuk mengadakan training Modul 2 Wanita Bijak. Berikut sekilas foto-foto laporannya
^,^


Selasa, 12 Mei 2009
Camp Wanita Bijak I - Sampit - Kalimantan Tengah
Oleh : Ibu Lidya Ana
Sampit, 29 April 2009
Sampit adalah
Camp Wanita Bijak segera dilaksanakan di
Perjalanan kami cukup menyenangkan dan tanpa kami sadari ribuan malaikat sedang bekerja keras mengantar pesawat yang mengantar kami tim
Perjalanan kami ditempuh dengan 2 kali penerbangan dari
Kami bersama-sama menempuh perjalanan kami dengan penuh sukacita,walau seharian penuh dari pagi sampai sore hari kami baru tiba,dan ketika kami sampai di Bandar Udara “H.Asan” Sampit kami rombongan dijemput oleh panitia Sampit dengan menggunakan 3 mobil,dan kami langsung menuju ke penginapan yang sudah disediakan oleh panitia Sampit.
Kami langsung masuk ke kamar mandi,adalah hal yang melegakan,sekalipun air berwarna agak kecoklatan dan kami tidak peduli karena kami berharap siraman air cukup menyejukkan dan menggantikan kelelahan kami hari ini.
Camp 30 April – 2 Mei 2009
“Selamat pagi” itu sapaan rekan seperjalanan kami,tetapi lebih terdengar seperti sebuah pesan “siap – siap” karena kami akan segera menuju ke aula di mana
Dan karena aula itu asal mulanya adalah tempat makan yang biasa dipakai oleh pihak hotel,maka kami seluruh tim bersama-sama dengan cepat menyusun kursi dan mengatur LCD dan sound system.
Mengingat acara segera dimulai,penuh dengan kekompakan dan kerja sama dengan penuh semangat itulah ciri wanita yang diubahkan. Gairah ini mengalir di hati para peserta yang mulai berdatangan dari Sampit dan berbagai daerah di Kalimantan Tengah,bahkan ada yang dari Muarateweh. Sekalipun harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan yaitu 18 jam dari Kota Sampit.
Sebelum pra
Sesi demi sesi berlangsung,hamper 100% peserta meresponi setiap tantangan pemulihan terjadi,persis seperti apa yang terlihat di semua Camp Wanita Bijak,Camp Wanita Bijak di Sampit ada istimewanya,melalui Allah,iblis tidak tinggal diam ada waktu-waktu dimana gangguan itu mulai terasa dan pada waktu sesi “3 Dosa Hawa” disampaikan oleh hamba-Nya Ibu Melia Titolia listrik sempat padam,tapi pembicara tetap maju pantang mundur dalam hadirat Tuhan dan sesi tetap dilanjutkan dan para pesertapun antusias sepanjang hari sesi berjalan. Tiba-tiba oleh keajaiban Tuhan akhirnya listrik bisa nyala seperti semula,dan peserta banyak yang dipulihkan.
Tidak berhenti sampai di situ menjelang malam tiba beberapa fasilitator,panitia dan pembicarapun mendapat serangan-serangan yang benar-benar harus diperangi dan sebelum selesai kami seluruh tim sepakat bersama-sama berdoa untuk memerangi penguasa-penguasa di udara yang seolah-olah akan menggagalkan jalannya camp “perdana” di Sampit.
Sampai akhirnya dalam beberapa hari kami melihat demonstrasi yang sangat spektakuler untuk ukuran Sampit. Hal-hal yang tersembunyi diungkapkan dengan jelas dan disaksikan untuk mempermalukan iblis.
Ada rekonsiliasi dalam tindakan dan roh ketika ada salah satu peserta yang bersaksi dimana sebelum ikut wanita bijak,rumah tangganya penuh dengan percekcokan dan saling menuntut,tapi setelah ikut camp ini dia merasa dibukakan hati dan pikirannya dimana sebelumnya hubungan dengan suami tidak harmonis dan sangat dingin dan itu terjadi selama 17 tahun (itu waktu yang tidak sedikit),dan sepulang dari camp ini dia berkomitmen akan minta maaf kepada suami dan anak-anaknya dengan tidak menuntut perubahan orang lain tetapi harus dari diri sendiri terlebih dahulu.
Letih memang,hal tersebut nampak di wajah panitia,pembicara,fasilitator dan peserta,namun setiap orang tetap larut dalam kegembiraan hungga sesi terakhir.
Setiap sudut Hotel “Piqmy Raya”pun merasakan gairah tersebut.
Tibalah saatnya ikatan baru,dimana para suami mulai berdatangan. Walaupun harus pindah aula,tim panitia tetap bersemangat bekerja keras sampai ruangan siap dan layak digunakan,karena ternyata ruangan tersebut adalah ruang yang biasanya dipakai sebagai bar dan diskotik setiap malam oleh pihak hotel. Mengingat kuasa-kuasa yang menyertai kami,maka kami tim panitia harus selalu waspada dan berjaga-jaga,mereka tetap antusias walaupun ruangan di sana cukup panas.
Ada rasa haru,mereka saling meminta ampun dan saling mengampuni. Suami istri saling berpelukan dan semua sempat meneteskan air mata. Rekonsiliasi dimulai di alam roh dan kekuatan-Nya akan menembus alam nyata. Akan terjadi pemulihan mulai dari Kota Sampit dan akan menjalar ke pelosok Kalimantan bahkan sampai ke pelosok
Mengingat pertemuan yang singkat dan untuk kebanyakan mereka sulit mengulangnya karena jarak dan keterbatasan lainnya. Namun semua itu harus diakhiri dan kamipun berpisah dengan peserta.
Nilai yang diubahkan harus dibuktikan sampai terjadi perubahan yang terlihat dan terukur dalam tindakan di tengah keluarga khususnya dan lingkungan sekitar pada umumnya.
Suasana hotel mulai sepi dan para peserta sudah meninggalkan hotel,masing-masing sudah rindu ingin berkumpul kembali bersama keluarga.
Kami panitia tim dari Semarang dan Jakarta harus tinggal satu hari lagi karena jadwal penerbangan tidak ada di hari tersebut. Di sisa waktu yang ada kami rombongan menyempatkan untuk bisa naik kelotok (perahu kecil) menyusuri Sungai Mentaya yang begitu lebar. Dengan penuh tawa canda dan sukacita serta oleh karena kasih karunia Tuhan setiap kami bisa menjadi satu tim yang solid walaupun masing-masing kami berasal dari gereja yang berbeda-beda. Ada beberapa makanan khas Kalimantan yang menurut kami sangat unik dan menarik yaitu ikan patin yang lezat,nanas ukuran jumbo,kerupuk ikan pipih,dan amplang pipih yang renyah.
Esok harinya kami berkemas-kemas dan tiba saatnya kami harus berpisah.
Sekilas Cerita terselenggaranya wanita bijak di sampit
Oleh : Ibu lidya Ana ( Tim WB Semarang )
Pada mulanya Tuhan mengutus kami suami istri dari semarang (jateng) untuk pindah ke sampit (kal-Teng). Keadaan ekonomi kami saat itu sangat minus sekali.untuk membeli tiket kapal saja kami tidak mampu,sampai akhirnya adik ipar kami membantu kami membelikan tiket kapal.setelah kami disana bulan demi bulan kami lalui,sebelum kami berangkat sempat terlintas dalam benak kami bahwa kota sampit adalah kota yang sepi dan terpencil.tapi setelah kami pindah kesana apa yang kami bayangkan semua tidak benar,bahkan kami jumpa dengan teman-teman yang baik dan rendah hati.
Disana kami berjemaat digereja GSJA ,kedatangan kami disana disambut oleh gembala sidang dengan ramah.pada waktu itu jumlah jemaat disana hanya 7 orang .
Waktu demi waktu kami lalui dengan rasa damai dihati dan tidak disangka kami pun mendapat fasilitas mobil dari perusahaan dimana suami bekerja dan dari mobil yang ada suami punya hati untuk melakukan tugas dengan mengantar jemput jemaat yang sulit dengan sarana transportasi.dan akhirnya dengan tidak disadari rupanya Tuhan turut bekerja,sampai akhirnya jemaat bertumbuh menjadi 200 orang.kami juga lakukan hal yang sama dengan sekolah minggu,kami jemput anak-anak sekolah minggu untuk bisa datang kegereja setiap minggu sore.
Melihat pertumbuhan dari kehidupan kami akhirnya gembala sidang mempercayakan kami untuk ambil bagian di gereja untuk menjadi aktivis gereja dengan dipercayakan untuk memegang bendahara gereja.
Rupanya Tuhan punya rencana atas kehidupan keluarga kami,dan Tuhan memberkati keluarga kami. Ketika kami dengar ada camp Wanita Bijak angkatan ke-3 di Semarang kami langsung antusias mendaftar dan kami mengajak 3 orang teman kami untuk ikut termasuk ibu gembala kami. Kami sangat diberkati dengan camp Wanita Bijak di Semarang dan kami setelah selesai harus pulang ke Sampit walaupun penuh tantangan karena selama perjalanan kami ternyata di Pulau Kalimantan waktu itu penuh dengan asap dan itu sangat mengganggu system penerbangan. Tapi kami tidak berkecil hati dan terus mengandalkan Tuhan sampai tiba di Kota Sampit dengan selamat.
Kami tinggal di Sampit selama 4 tahun sampai akhirnya Tuhan berkata “Sudah cukup waktumu.” Sekarang tiba saatnya kami harus kembali ke Semarang,walaupun dengan perasaan sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang sebetulnya berat untuk kami pindah. Bapak ibu gembalapun merasa kehilangan ketika kami harus pindah. Tapi kami hanya mau taat dengan apa kata Tuhan.
Setelah kami sampai di Semarang kami berjemaat di gereja kami yang lama JKI Injil Kerajaan,dalam waktu-waktu yang ada saya pun ikut dalam pelayanan Wanita Bijak sampai sekarang. Pada waktu camp Wanita Bijak angkatan ke-6 saya mengajak teman-teman dari Sampit 11 orang untuk mendaftar dan mereka merasa diberkati.
Ada kerinduan di hati kami untuk camp Wanita Bijak bisa diadakan di Sampit (Kalteng) dan akhirnya terlaksanalah camp Wanita Bijak ke-1 di Kota Sampit tanggal 30 April – 2 Mei 2009.